Kamis, 04 Juni 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENDERITAAN
Hasil gambar untuk manusia dan penderitaan

Penderitaan, sebuah kata yang tidak diinginkan oleh semua mahluk di bumi ini. mendengar kata penderitaan saja sudah mengerikan apalgi jika mengalami penderitaan yang sebenarnya, tidak bisa dibayangkan betapa pedihnya rasa penderitaan yang dialami.

pada masa kini, banyak manusia berfoya foya demi memuaskan hasrat untuk kebahagiaan semata, mereka tak memikirkan ketika mereka sedang asik dengan kehidupan yang dirasa cukup, bahkan menggunakannya secara tidak bijaksana, banyak orang disekitarnya yang menderita akan kehidupan, kemiskinan dan kelaparan. Penderitaan yang mereka alami selama ini tak pernah membuat para pemegang erat harta iba dan tersentuh dengan keadaan orang orang yang mengalami penderitaan itu.

penderitaan bisa teratasi jika manusia dengan segala rasa simpati dan rasa tulus ikhlas mau dan saling bersama sama membantu dan mengurangi penderitaan yang terjadi selama ini di sekitar mereka, jika manusia rakus dan tidak peduli dengan orang disekitar mereka, cepat atau lambat penderitaan itu akan berbalik kepada mereka yang rakus dan tidak peduli dengan sesamanya.
sumber:
http://hadi-detected.blogspot.com/2011/06/pengertian-penderitaan.html

MANUSIA DAN KEADILAN

Manusia dan Keadilan
Hasil gambar untuk KEADILAn
Pengertian Keadilan, Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.


keadilan di Indonesia bisa dibilang tumpul keatas tajam kebawah, maksudnya keadilan di Negara Hukum ini hanya seperti barang dagangan yang bisa disuap sana sini, sayang tidak bermaksud menejelek jelekan suatu institusi atau apapun yg berkaitan dengan hukum, tapi saya hanya mencurahkan fakta dan kenyataan yang ada..

banyak yang tahu bahwa ada seorang nenek di daerah jawa yang dituduhkan mencuri beberapa batang kayu milik sebuah perusahaan sampai disidangkan dan si nenek sempat di penjara dengan ancaman kurungan penjara, sedang para pejabat yang terkena kasus korupsi dapat perlakuan khusus dan sampai bisa melancong keluar negeri, apakah ini sebuah keadilan? seharusnya para penegak hukum haruslah bersikap adil jika orang itu benar benar bersalah, bukan hanya karena uang saja sesorang dapat melakukan apa yg ia inginkan, tapi haruslah dengan kejujuran. jika para penegak hukum adil, maka para koruptor akan berpikir ulang untuk melakukan hal yang sangat buruk tersebut.

oleh karena itu, keadilan bukan hanya dicari siapa yang salah dan siapa yang benar, telebih adanya kejujuran dari setiap penegak hukum di negeri ini serta meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya

sumber:
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-keadilan.html

MANUSIA DAN CINTA KASIH


Hasil gambar untuk cinta dan kasih sayang

Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
    contoh kasus percintaan :

    Cerpen cinta
    Bila membicarakan tentang cinta. Mungkin semua orang mempunyai pendapat yang sangat indah dengan hal itu dan juga bisa mencurahkan semuanya dengan apa kata hatinya sendiri. Tetapi ada juga permasalahan dalam hubungan percintaan yang membuat seseorang menjadi tidak percaya dengan cinta yang bisa membuat mereka menang. Mungkinkah ketidak percayaan itu akan menjadikan perasaan mereka akan membatu atau mungkin bisa kembali menjalani kisah cinta yang lain. Semua itu akan terjadi dengan natural dan membutuhkan berbagai proses.
    Ini adalah cerita seorang cewek yang bernama Riska Putri. Dia adalah seorang anak SMA yang sekarang duduk dikelas 3 SMA. Dia adalah cewek yang sangat periang dan pandai bergaul dengan teman yang baru dia kenal. Dan itu membuat dia banyak dikagumi banyak cowok disekolahnya. Dia mempunyai sahabat yang bernama Rahel. Mereka bersahabat semenjak SMP kelas 1. Karena mereka sudah dekat, mereka pun tidak mempunyai rahasia diantara keduanya dan mereka pun selalu terbuka satu sama lainnya dalam hal apapun.
    Disuatu hari mereka pun jalan kesebuah mall yang berada tidak jauh didekat rumah Riska. Tujuan mereka adalah mencari tas dan sepatu untuk mereka beli. Mereka pun memilih satu per satu dari tas dan sepatu tersebut. Setelah itu mereka berpencar karena Riska ingin membeli tas dan Rahel membeli sepatu. Rahel pun pergi kelantai atas dan Riska tetap ditempat tas. Waktu Riska memilih satu tas dengan spontan sekali ternyata tas tersebut dipegang juga dengan seorang cowok dan Riska pun kaget. Mata meraka bertatapan dan membuat mereka terdiam dan saling tersenyum. Cowok itu pun meminta maaf kepada Riska dan cowok itu mengalah untuk memilih tas yang lain. Riska merasa tidak enak dan menanyakan tas itu untuk siapa dan Riska berkata lebih baik dia saja yang ngambil tas itu. Tetapi cowok itu menolaknya dan cowok itu menjawab, tas itu maksudnya untuk dia belikan untuk adiknya. Dia pun tersenyum dan pergi meninggalkan Riska. Riska pun menjadi kepikiran dan membuat Riska penasaran terhadap cowok itu karena dia membelakan nyari tas untuk adiknya. Hal itu membuat dia menjadi kagum terhadap cowok itu.
    Setelah selesai membeli tas dan sepatu mereka pun pergi ketempat makan untuk mengisi perut mereka. Disana Rahel kebingungan kenapa Riska membeli dua tas. Rahel pun bertanya dengan hal itu. Dan Riska pun menjelaskannya dan menceritakan hal yang baru saja dia alami. Rahel pun berpendapat bahwa Riska cinta pada pandangan pertama, tapi Riska malah mungkir hal itu. Tetapi Rahel bertanya lagi pada Riska. Dengan masalah Riska yang sudah mempunyai pacar yang bernama Vicky. Mereka berpacaran sudah lama dan itu pun sangatlah mengenaskan karena putus nyambung terus itu Riska ungkapkan tiap kali curhat dengan Rahel.
                Vicky dan Riska sering sekali bertengkar, itu membuat mereka putus nyambung. Yang sangat anehnya itu pertengkarannya berawal dari hal kecil. Misalnya, cemburu lalu saling menyalahkan dan kadang – kadang didepan Rahel pun itu sering. Sama seperti hal yang sekarang ini. Sekarang Vicky dan Riska bertengkar karena Riska tidak memberi tahu bahwa dirinya pergi keluar bersama Rahel dan itu membuat Vicky marah. Rahel bingung dengan sifat Vicky yang seringkali egois dan mengekang sekali Riska. Rahel ingin bilang untuk memutuskan saja Riska dan Riska mulai mencari cowok lain. Tetapi ternyata itu mungkin sedikit sulit karena gelombang emosi Riska telah terkontrol oleh Vicky dan itu membuat pertengkaran menjadi biasa karena mempunyai alasannya yaitu pasti salah satunya akan mengalah dan akan kembali nyambung lagi.
                Rahel hanya cukup tau ajah karena Rahel pernah menanyakan kepada Riska, kenapa dia ingin tetap bertahan dan tetep sayang sama Vicky. Riska menjawab dengan rumitnya yaitu tidak tau perasaan hanya dia yang aku cinta. Jawaban itu bukanlah alasan karena bila alasan mungkin akan menyebutkan lebih dalam lagi. Tetapi Rahel menerima jawaban dari Riska itu.
                Setelah waktu terus berlanjut tak terasa merekapun akan masuk ke perguruan tinggi. Mereka mengambil STMIK Sumedang sebagai tempat mereka melanjutkan kuliahnya. Mereka pun menjadi seorang Mahasiswi dikampus tersebut. Dihari esoknya Riska dan Rahel sedang jajan dikantin. Riska yang sedang memesan makanan dan tidak sengaja cowok yang waktu itu Riska temui dimall ada disampingnya. Cowok itu tidak sadar bahwa Riska ada disampingnya. Setelah itu Riska memberanikan diri beranya pada cowok itu. Riska katakan hi kepada cowok itu. Dan cowok itu melirik Riska dan tersenyum kepada Riska. Cowok itu menjawabnya hi juga. Riska pun tidak tau lagi harus ngomong apa tapi Riska pun hanya tersenyum kepada cowok itu dan meninggalkannya. Tetapi cowok itu tidak mengikuti Riska pergi dari tempat pemesanan itu. Dia malah duduk dibelakang tempat pemesanan itu. Lalu Riska menceritakan hal itu kepada Rahel. Rahel pun terkejut dan menanyakan kepada Riska kenapa dia tidak langsung mengajak dia untuk berkenalan dan meminta nomer hpnya. Riska menjawab itu sih nggak perlu karena kan cewek itu jangan memulai duluan. Rahel pun setuju karena cewek ditakdirkan seperti itu.
                Setiap waktu Riska dan Rahel melihat cowok itu. Dia selalu sendiri dan dia terlihat misterius karena cowok itu selalu berpenampilan beda dengan cowok lain. Dia mempunyai ciri khas yang sering dia lakukan yaitu memakai jas dan selalu senyum bila disapa. Itu membuat Riska kagum terhadap cowok itu. Tetapi yang Riska sesalkan kenapa cowok itu tidak sadar dia perhatikan.
                Dihari selanjutnya Riska murung dikelas karena dia mempunyai masalah. Rahel pun menanyakan kenapa dia seperti itu. Dan akhirnya Rahel pun mulai berfikir ini terjadi karena Vicky cowoknya. Lalu Riska menceritakannya. Dan ternyata hal itu benar dia putus dengan Vicky. Putusnya itu tidak wajar karena cuman beralasan Vicky yang menganggap Riska berbeda dan mulai tidak memperhatikannya. Dia tidak menyadari bahwa kesibukan siswi dan mahasiswi itu berbeda itu sebabnya Riska menerima mereka putus. Tetapi Riska masih sedikit berharap hubungan dia dan Vicky bisa dipertahankan. Rahel baru mulai bicara kepada Riska. Bahwa cinta Vicky itu tak setulus cinta yang dimiliki Riska terhadap Vicky karena dia sangat egois tidak mau tau tentang pendapat Riska ataupun tentang kehidupan Riska. Riska pun mulai sadar dengan apa yang dikatakan Rahel itu benar. Riska pun membuat rencana untuk tidak dulu menjalin hubungan dengan cowok manapun.
                Riska dan Rahel pun pergi kekantin. Mereka malah ketemu lagi dengan cowok misterius itu. Dan seperti biasa dia malah tersenyum kepada mereka. Setelah Riska dan Rahel jajan dikantin, mereka pun jalan masuk ke kelas. Dijalan Riska dipengang bahunya dan setelah berbalik ternyata yang mencolek bahunya adalah cowok itu. Dia pun berkata ingin berkenalan dengan Riska dan Rahel. Riska sekarang sudah tau bahwa dia bernama Putra. Dan hal yang paling dia senangi dia punya nomer hp Putra.
                Dimalam harinya Riska menunggu sms atau telepon dari Putra. Tetapi setelah menunggu terlalu lama akhirnya Riska pun ngsms Putra dan hasilnya tidak ada balasannya. Riska merasa kesal dan dia pun mencoba menelepon nya dan hasilnya pun sama tidak diangkat. Setelah Riska bergegas untuk tidur hp nya pun bunyi dan Riska terkejut mungkinkan itu dari Putra. Ternyata hal itu salah itu adalah telepon dari Vicky mantan pacarnya. Riska pun tidak mengangkatnya. Kedua kalinya hp nya kembali bunyi dan Riska pun beranggapan bahwa itu telepon dari Vicky tetapi pas Riska lihat ternyata itu adalah telepon dari Putra. Lalu Riska mengangkatnya. Putra pun meminta maaf karena dia tidak membalas sms Riska dan tidak mengangkat teleponnya. Riskapun tidak marah dan langsung menanyakan alasannya. Putra bilang dia sedang mengerjakan tugas. Setelah ngobrol banyak tentang satu sama lainnya dan menceritakan pertama bertemu mereka saling tertawa dan mereka menjadi dekat.
                Esok harinya dikampus Riska, Rahel dan Putra pergi ke kantin bersama sebelum masuk kuliah. Disitulah Rahel menceritakan tentang Riska yang sedang galau karena baru saja putus dengan pacarnya. Putra pun tersenyum dan dia mengatakan hal yang mungkin akan mereka ingat terus kata itu adalah tuhan itu adil menciptakan dua perbedaan yang akan kamu rasakan. Contohnya manis dan asin, hitam dan putih, siang dan malam, sedih dan bahagia. Bila kamu rasakan sedih maka kamu akan rasakan juga bahagia seperti halnya kamu rasakan siang dan malam. Kata – kata itu membuat mereka bengong dan menjadi kagum terhadap Putra apalagi Riska yang mulai menyukai Putra. Riska pun menceritakan tentang mantan pacarnya yang egois kepada Putra. Dan putra menjawabnya dengan sangat jelas. Dia bilang bahwa cowok itu mempunyai lima karakter yaitu cowok setia, cowok nyebelin, cowok sebagai kakak, cowok putus asa dan cowok idaman. Waktu Putra membicarakan hal itu ternyata tidak sadar waktu kulaih sebentar lagi dan Putra meninggalkan mereka karena dia ada kelas pada saat itu.
                Malam harinya Riska mengirim sms kepada Putra tentang hal yang tadi. Karena Riska sangat penasaran tentang hal itu. Dan Putra pun membalasnya menerangkan satu per satu karakter dari cowok itu. Riska baru sadar bahwa Vicky termasukcowok yang putus asa karena dia sangat ketergantungan terhadap Riska dan sangat panik bila Riska tidak didekatnya menjadi mempunyai rasa cemburu yang sangat bersar bila mendengar dan melihat Riska sekiditpun dengan cowok lain meskipun cowok itu adalah temannya. Hal itu sama dengan apa yang dikatakan oleh Putra. Dan hal yang selanjutnya yang diterangkan oleh Putra adalah karakter cowok idaman. Cowok idaman adalah cowok yang sangat super simple karena cowok itu tidak mengekang cewek dan memberikan cewek perasaan. Dan cowok idaman selalu saja punya trik dan maindset yang membuat cewek dopamine terhadap cewek tersebut. Dari perkataan itu Riska pun menjadi sangat menyukai Putra karena dia baru saja membuat kenyamanan yang Riska rasakan.
                Riska mulai tidak bisa tidur karena dia sangat merasa aneh menemukan cowok yang berkarakter seperti dia. Dan Riska pun mulai merasa penasaran karena kelakuan Putra yang kurang jelas menyebabkan Riska menjadi kefikiran cowok itu. Lalu Riska pun curhat kepada Rahel. Rahel menjawabnya dengan sangat sederhana yaitu bahwa Riska sedang jatuh cinta kepada Putra. Riska pun merasakan mungkin itu adalah cinta. Semalaman Riska tidak bisa tertidur karena memikirkan perasaannya.
                Setelah bangun pagi Riska menerima sms dari Putra. Dia mengatakan ingin bertemu dengan dia dan akan mengajak dia untuk main. Dan Riska menjawabnya dengan iya. Riska pun menunggu Putra untuk menjemputnya. Setelah Putra dateng Putra mengajak Riska ketempat permainan time zone. Riska kebingungan kenapa kencan ketempat yang tidak romantis. Tetapi pas sudah ditempat permainan itu Riska merasa nyaman dan momen itu sangat berharga bagi Riska. Setelah selesai merekapun pulang kerumah. Dirumah Riska Putra memberikan satu kotak kepada Riska ternyata pas Riska buka itu adalah sembilan tangkai bunga mawar merah yang di ikat tetapi satu lagi dipisahkan. Yang satu itu adalah tangaki bunga mawar merah plastik yang mempunyai catatan kaki di daunnya. Isinya adalah cintaku seperti bunga plastik ini yang tidak akan pernah layu. Riska pun terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Putra dan Riskapun menerimanya dengan senyuman. Merekapun jadian dan hal itu Rahel ketahui yang dikasih tau oleh Riska. Rahel pun merasa senang sahabatnya tidak sedih lagi dan kini sahabatnya bisa bahagia lagi. Riska pun tersadar dengan kata – kata yang dulu Putra katakan bahwa sedih itu akan dibalas dengan kebahagiaan sama seperti siang dan malam.

    Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.

    sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
    http://ibd99.blogspot.com/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html 

    MANUSIA DAN HARAPAN

    Saat HARAPAN tak sesuai dengan KENYATAAN


               Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha
                Kehidupan selalu mengalir seperti sungai diantara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan- lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta air yang mengalir lebih tenang dan akhirnya menuju ke lautan yang luas.
     
    Hasil gambar untuk allahItulah perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir, sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah swt).



    Dalam menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan pernah mengalami Saatb di bawah, karena kita akan tetap merasa senang dan nyaman dimanapun posisi kita berada.

    Kesimpulan:
    Jalanilah hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka sesungguhnya kita berada dalam kekalahan yang luar biasa. Begitu pula sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi pemenang yang sebenarnya.

    sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Harapan 

    Selasa, 05 Mei 2015

    MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

    Wayang Kulit
    video dari : http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=wayang.flv

    Wayang kulit, sebuah seni tradisional Indonesia yang berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para presiden.

    Dalang adalah bagian terpenting dalam pertunjukan wayang kulit (wayang purwa). Dalam terminologi bahasa jawa, dalang (halang) berasal dari akronim ngudhal Piwulang. Ngudhal artinya membongkar atau menyebar luaskan dan piwulang artinya ajaran, pendidikan, ilmu, informasi. Jadi keberadaan dalang dalam pertunjukan wayang kulit bukan saja pada aspek tontonan (hiburan) semata, tetapi juga tuntunan. Oleh karena itu, disamping menguasai teknik pedalangan sebagai aspek hiburan, dalang haruslah seorang yang berpengetahuan luas dan mampu memberikan pengaruh.


    oleh karena itu, ayo teman teman untuk melestarikan kebudayaan yang sudah ada, mungkin saja kita bisa menggantikan dan menjadi dalang dalang yang handal kelak, karena sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan terus melestakiran apa yg sudah ada sejak dulu

    ndonesia dengan segala seni dan kebudayaan yang ada haruslah selalu dijaga dan dilestarikan, walau sekarang seni dan kebudayaan di Indonesia mulai tergerus oleh arus globalisasi yang masif dan tidak terfilter dengan baik. maka dari itu walau hanya mengetahui dan mempelajarinya saja kita sudah menjaga dan akan terus melestarikan seni dan kebudayaan yang ada untuk generasi yang akan datang.

    Senin, 10 November 2014

    ILMU SOSIAL DASAR (TUGAS 2)

    PERTUMBUHAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN KELOMPOK

    A.     PERTUMBUHAN INDIVIDU
    Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum.Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.
    Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.
    Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
    1.      Faktor Biologis
    Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku.Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
    2.      Faktor Geografis
    Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap iyndividu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
    3.      Faktor Kebudayaan Khusus
    Perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

    Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

    B.     FUNGSI KELUARGA ATAU KELOMPOK
    Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi.Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah atau kadangkala adopsi dan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
    Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan.Peranan-peranan tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga diperkuat melalui sentimen-sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

    C.     HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
    Perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa.Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan.
    Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
    Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

    Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
    1) Pendirian Nativistik, menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir.
    2)   Pendirian Empiristik dan environmentalistik, pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
    3)  Pendirian konvergensi dan interaksionisme, aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

    Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini.Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
    Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya.Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri.Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
    Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat.Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
    Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya. Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.
    Kemudian definisi dari kata keluarga itu sendiri adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut.Keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan karakter dari perilaku suatu individu dalam perkembangannya sebagi makhluk sosial.
    Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu.Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama.Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat atau tidak dibuat  oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
    a)      Keluarga Inti Nuclear Family ) : Unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak mereka yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal” family.
    b)      Keluarga Besar extended family ) : Keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung, juga sanak saudara lainnya, baik menurut garis vertikal (ibu, bapak, kakek, nenek, mantu, cucu, cicit), maupun menurut garis horizontal (kakak, adik, ipar) yang berasal dari pihak suami atau pihak istri.
    c)         Tipe – Tipe Keluarga Besar
    1)      Patrilineal: keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah.
    2)      Matrilineal keluarga: sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
    3)      Matrilokal: sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu.
    4)      Patrilokal: sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
    5)      Keluarga kawinan: hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian   keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
    d)      Fungsi Keluarga: Suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
    Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga:
    1)      Fungsi Biologis
    ·         Untuk meneruskan keturunan.
    ·         Memelihara dan membesarkan anak.
    ·         Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
    ·         Memelihara dan merawat anggota keluarga.
    2)      Fungsi Psikologis
    ·         Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
    ·         Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
    ·         Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
    ·         Memberikan Identitas anggota keluarga.
    3)      Fungsi Sosialisasi
    ·         Membina sosialisasi pada anak. 
    ·         Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
    ·         Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
    4)      Fungsi Ekonomi
    ·         Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
    ·         Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
    ·         Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
    5)      Fungsi Pendidikan
    ·         Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
    ·  Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.
    ·         Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.
    6)      Fungsi Perlindungan
    ·         Melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
    7)      Fungsi Religius
    ·       Memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.
    8)      Fungsi Rekreatif
    ·         Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
    Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:
    1.  Masyarakat sederhana: Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
    2.     Masyarakat Maju: Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
    Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.
    a.       Masyarakat non industri, terbagi menjadi dua kelompok:
    ·         Kelompok Primer: Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
    ·         Kelompok sekunder: Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
    b.      Masyarakat industri
    Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri.Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu. Contoh-contohnya: tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb.
    Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat. Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.
    Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk. Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama.
    Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteksbudaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala-gejalanya.
    Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya.Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas.Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

    Jenis-Jenis Kelompok
    Jenis-jenis kelompok dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi.Sejalan dengan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, maka ada jenis kelompok formal dan kelompok tidak formal.Kelompok formal adalah sub unit sah dari organisasi yang telah ditetapkan anggaran dasar organisasi atau oleh suatu ketetapan manajemen. Jadi kelompok ini sengaja dibentuk untuk memenuhi tugas yang nyata guna mendukung keseluruhan tugas organisasi.Kelompok informal adalah kelompok yang muncul sebagai upaya pemenuhan kebutuhan inividu dengan mengembangkan tata hubungan dengan anggota lain dalam organisasi.
    Kelompok informal hanya dapat terbentuk apabila lokasi fisik anggota-anggotanya, sifat pekerjaan, dan jadwal kerja memungkinkan untuk terbentuknya kelompok.Oleh karena itu, kelompok informal muncul dari kombinasi antara fakor-faktor formal dan kebutuhan manusia sebagai anggota-anggotanya.Fungsi-fungsi kelompok pada dasarnya fungsi kelompok dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu fungsi organisasi formal dan fungsi kebutuhanindividual.Artinya suatu kelompok tertentu dapat memenuhi kebutuhan fungsi organisasi formal dan kebutuhan pribadi.
    Fungsi organisasi formal adalah aspek-aspek kegiatan kelompok yang bertepatan dengan tugas pokok organisasi, antara lain :
    1.      Kelompok dapat digunakan sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks yang saling berkaitan dan terlalu sukar untuk dikerjakan oleh siapapun,dan tidak mudah untuk dibagi-bagikan dalam tugas-tugas tersendiri.
    2.      Kelompok dapat digunakan sebagai sarana untuk mencetuskan gagasan-gagasan baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu.
    3.      Kelompok dapat menjadi penghubung penting atau menjadi koordinator beberapa bagian.
    4.      Kelompok dapat berfungsi sebagai cara untuk memecahkan berbagai masalah yang memerlukan pengolahan informasi yang sangat pelik.
    5.      Kelompok dapat digunakan untuk memudahkan pelaksanaan keputusan yang rumit, dan kelompok dapat digunakan sebagai wahana sosialisasi atau pelatihan satu sama lain.

    Kelompok sebagai fungsi pemenuhan kebutuhan individual didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan itu meliputi:
    1.      Kelompok sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang.
    2.     Kelompok sebagai sarana untuk mengembangkan, meningkatkan dan menegaskan rasa identitas dan memelihara harga diri.
    3.    Kelompok merupakan sarana untuk menguji kenyataan sosial, melalui diskusi dengan kelompok lain, pengembangan perspektif dan konsensus bersama yang dapat mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial.
    4.      Kelompok dapat menghilangkan rasa kurang aman, cemas, dan tidak berdaya.
    5.      Bagi para anggotanya kelompok merupakan mekanisme pemecahan masalah dan penyelesaian tugas, terutama yang berkaitan dengan masalah pribadi masing-masing anggota.


    D.     URBANISASI
    Perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
    Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk.Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
    Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
    Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik.
    ·         Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
    1)      Kehidupan kota yang lebih modern
    2)      Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
    3)      Banyak lapangan pekerjaan di kota
    4)      Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
    ·         Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
    1)      Lahan pertanian semakin sempit
    2)      Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
    3)      Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
    4)      Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
    5)      Diusir dari desa asal
    6)      Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
    ·         Keuntungan Urbanisasi
    1)      Memoderenisasikan warga desa
    2)      Menambah pengetahuan warga desa
    3)      Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
    4)      Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
    ·         Akibat urbanisasi
    1)      Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
    2)      Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
    3)      Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    4)      Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
    LAMPIRAN:

    KESIMPULAN:
    Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementaradi pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuh kembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Dalam hal Urbanisasi untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya

    Pengalaman Posisif
         saya mulai saja, pengalaman ini saya dapatkan ketika saya berkunjung kesuatu tempat bernama Jakarta, dimana pertumbuhan individu begitu pesat, bisa dibayangkan betapa padatnya kota Jakarta dengan luas daerah yang tidak sebanding dengan tingkat kepadatan manusia yang hidup didalamnya. Memang Jakarta tidak bisa disalahkan begitu saja atas masalah kepadatan penduduknya karena Jakarta menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dipedesaan untuk mengadu nasib untuk hidup yang lebih baik. Faktanya Jakarta merupakan Ibu kota negara Republik Indoneaia dengan julukan metropolitannya sekaligus menjadi pusat bisnis di Indonesia. Okelah tidak perlu membahas Jakarta dengan segala keburukannya terlebih saya melihat Urbanisasi yang dilakukan masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan atas dasar pendapatan, kesejahteraan dan segala yang berhubungan dengan memperbaiki ekonomi keluarga. Walaupun dinas terkait wilayah DKI sudah melakukan berbagai cara untuk mengurangi tingkat perpindahan masyarakat dari desa ke kota itu tidak terlalu banyak mempengaruhi tingkat urbanisasi yang ada. Lagi-lagi ini merupakan dampak dari tidak meratanya pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat. Saya berharap mulai dari individu, keluarga dan masyarakat bisa membangun dan bahu membahu menjadikan daerah mereka tinggal menjadi daerah yang mandiri, dan menjadi ciri khas nantinya agar mendatangkan keuntungan tersendiri, dengan begitu tingkat urbanisasi dan pertumbuhan individu didalamnya bisa teratasi.